Tahun 2020 yang Jungkir Balik

Seharusnya, tulisan ini lebih cocok jika dipublikasikan sebelum akhir tahun lalu. Tapi, akhir tahun lalu saya harus mengikuti berbagai rangkaian kegiatan keluarga yang cukup penting sembari masih menjalankan Work from Home. Saya sangat bersyukur bisa melewati tahun 2020 yang penuh tantangan. Tanpa saya rinci pun, masing-masing dari kita punya pergumulan tersendiri di tahun 2020. Semua berkaitan dengan pandemic Covid-19.

Sebagian besar waktu saya pada tahun 2020 habis di rumah saja, baik itu bekerja maupun menahan diri untuk tidak banyak beraktivitas di tempat-tempat ramai. Apakah banyak yang saya lewatkan? Tentu saja. Semua serba terbatas, banyak rencana yang ingin dilakukan terpaksa batal. Kecewa? Tentu ada rasa kecewa, tapi tetap harus bersyukur karena saat ini yang terutama adalah kesehatan diri kita sendiri dan keluarga yang kita cintai.

WFH situation

Saya tetap memandang tahun 2020 sebagai tahun yang penuh pengalaman. Oleh karena itu, saya akan merinci beberapa hal yang bisa saya golongkan kepada “best things in 2020”. Ini juga sebagai bentuk refleksi bagi saya agar tetap bersyukur, tetap semangat memperbaiki diri, dan terus melakukan yang terbaik ke depannya.

Jadi, beginilah kurang lebihnya:

Best Book : Dreams are Made of A Box OF Crayons by Naela Ali. Buku ini sangat relate dengan kehidupan saya. Apa yang diceritakan oleh Naela dalam bukunya, tentang kehidupan dan kebiasaan masa kecilnya serta mimpi-mimpinya secara garis besar hampir sama dengan yang saya miliki. Bedanya, Naela mewujudkannya, sementara saya meninggalkannya karena dulu saya masih terombang ambing dan tidak yakin mau jadi apa saat dewasa nanti. Tapi saya yakin tidak ada kata terlambat untuk meraih mimpi sejauh kita punya niat dan tekad yang kuat. Tentunya dengan berkat dari Tuhan.

Best Anime : Fugou Keiji Balance Unlimited. Saya sangat suka cerita tentang detektif yang penuh misteri dan tidak bisa ditebak jalan ceritanya. Apalagi dua pemeran utamanya, duo detektif Daisuke dan Haru punya chemistry yang sangat kuat.

Best Movie : Kimetsu No Yaiba Infinity Train. Ahh, perasaan saya campur aduk. Memang ini film anime, tapi plot dan pesan di dalamnya bukan kacangan.

Oh ya, salah satu yang asyik di 2020, Uniqlo merilis edisi khusus Kimetsu no Yaiba.

Best Song : Future by Red Velvet. Bukan karena saya suka K-Dram-nya, tapi karena lagu ini memang punya music yang enak didengar dan liriknya pun dalam, membuat yang mendengarnya menjadi semangat dan optimis akan masa depan. Plus, saya sangat suka girlband Red Velvet.

Best Sport Experience : Menonton langsung Proliga. Akhirnya, keinginan saya sejak zaman SMP bisa terpenuhi, Puji Tuhan. Menonton pertandingan voli paling bergengsi dengan level tertinggi di Indonesia memang memberikan pengalaman dan kesan berbeda jika ditonton langsung di stadion.

Best Writing Experience : Saat Natal kemari, salah satu fandom international yang saya ikuti membuat event, jadi saya harus menulis sebuah cerpen sesuai dengan clue yang diinginkan anggota yang lainnya. Hasil tulisan saya itu menjadi kado Natal bagi anggota lain yang dipilih secara acak. Ya, seperti acara tukar kado.

Best Work Experience : Ternyata Work from Home itu ada plus-minusnya ya. Pandemik mengharuskan kami work from home. Oh ya, selain itu saya juga lulus sebuah ujian di kantor, Puji Tuhan.

Best Moment : Kakak perempuan saya dapat melangsungkan pernikahannya meski di tengah pandemic dengan lancar dan aman. Oh ya, saya juga membantu jadi fotografer saat prewedding kakak saya, ternyata cukup seru. Selain itu, saya juga ternyata cukup berbakat, haha.

Ini aslinya di jalan umum tapi saat pagi jadi masih sepi

Prewedding no budget karena pakai smartphone saja.
Ini di pinggi jalan di kawasan Dago Pakar
Ini kuncinya di angle karena kolam yang brasa-biasa saja bisa terlihat unik.
Masih hasil ngulik angle, karena ini aslinya cuma jalan setapak biasa.

Best Place : Rumah yang penuh dengan keluarga tercinta.

Home Sweet Home

Best Gadget : Akhirnya harus ganti laptop karena laptop lama sudah tidak support, maklum usianya sudah 8 tahun. 

Best Trip : Pulang kampung saat Natal kemarin.

Hanya bisa mengucap Puji Tuhan

Oh ya, saat akan pulang kampung maupun sebelum akan kembali lagi ke perantauan, persiapan yang harus saya lakukan memang sangat berbeda dari sebelumnya. Saya harus test swab antigen di lab karena tidak memungkinkan mengantre di bandara dari subuh saat itu. Tapi demi Kesehatan keluarga, mengeluarkan uang lebih banyak dari biasanya juga tidak apa-apa. Ingat, kesehatan keluarga kita lebih mahal harganya. 

Saya tetap optimis tahun 2021 bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Salah satu resolusi saya di tahun 2021 adalah ingin lebih aktif berolahraga meskipun hanya di sekitar rumah saja. Selain itu, saya juga ingin lebih rajin memasak sendiri di rumah, jadi tidak sering-sering order makanan secara online lagi. Semoga bisa terlaksana. 

Tortila low budget
Jus jambs untuk 2021 yang lebih sehat

Semoga tahun 2021 kita lebih cerah dan lebih baik. Semoga semakin banyak prestasi dan kebaikan yang senantiasa menyertai kehidupan kita sehari-hari. Viva 2021!

Tuhan memberkati tahun 2021 yang penuh harapan. Amin

Published by Feni Saragih

Everywhere is my study field, everywhere is worth to walk.

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: