My Best of 2023

Tahun 2023 adalah tahun rollercoster untuk saya. Meski harus menjalani Posko Nataru dengan nyaris 30 hari bekerja nonstop tanpa libur, ternyata tidak membuat saya eneg seperti tahun sebelumnya. Mungkin pengalaman dan waktu membuat saya menjadi terbiasa menghadapi jam kerja yang panjang, deadline yang ketat, dan tekanan dari berbagai pihak. Memang benar kata orang bijak, hal pertama memang selalu terlihat sulit. Namun, setelah dijalani ternyata kita mampu dan hal-hal sukar tersebut bisa kita lalui. 

Tahun 2023 juga membuat saya lebih dewasa dalam menyikapi banyak hal. Jika dibandingkan, saya versi tahun 2023 dengan saya versi tahun 2022, akan terasa sekali perbedaannya. Tahun 2023 memberikan saya banyak pelajaran baru.

Meskipun tahun 2024 sudah nyaris 3 pekan berlalu, tapi saya akan mulai tahun ini dengan tekad yang mungkin hampir saya berulang setiap tahunnya, yakni akan lebih rajin mengisi blog ini setidaknya sebulan sekali, dimulai dengan membuat ulasan The Best of 2023.

Best Book : Visual MBA. Buku ini jadi pengobat untuk belajar management otodidak. Harapan saya untuk bisa Tugas Belajar MBA dari kantor di kampus impian yakni SBM ITB kandas sudah. Akhirnya untuk pertama kali saya merasakan umur menjadi batasan dalam satu hal. Perkaranya, umur saya sudah melewati batas persyaratannya tugas belajar, sehingga saya sudah tidak bisa mengikuti program ini. Namun, saya yakin dengan kata-kata bijak “Jika 1 pintu tertutup, sejauh kita selalu berharap, berusaha dan percaya pada Tuhan, maka Tuhan akan membukakan pintu-pintu yang lainnya.” Jadi, semangat Fen!

Best Anime : Suzume. Tak perlu diragukan lagi, anime karya Makoto Shinkai-Sensei ini. Kualitas grafis dan ceritanya selalu mengagumkan, apalagi selalu ada unsur spiritual dan alam dalam karyanya. Ditambah lagi, lagu-lagu Radwimps yang menambah kesempurnaan Suzume. Saya juga nonton Slam Dunk The Movie tahun 2023, tapi meskipun feels nostalgia sangat kental, sensasi nonton anime paling komplit saya dapatkan saat nonton Suzume.

Best Movie : Spider-man: Across The Spiderverse. Jujur, saya sampai menangis saat akhirnya bisa menyaksikan lagi film Spiderverse yang versi perdananya keluar di tahun 2019. Saya selalu kagum dengan grafisnya yang segar, ide kreativitasnya di luar perkiraan, dan tentunya cerita yang bikin saya terpana. Tak sabar menunggu kelanjutannya.

Best Song : Style. Semua juga tahu kalau ini lagu lama Taylor Swift, tapi sepanjang tahun 2023 saya sangat senang bahkan selalu memutar lagu ini berulang setiap hari.

Best Music Experience : Konser Black Pink, Fuji Kaze, dan Radwimps. Memutuskan nonton BP karena antisipasi saja. Saya berpikir, ini mungkin akan menjadi tour terakhir mereka sebagai group, karena semua juga tahu sudah santer beredar kabar bahwa beberapa membernya akan keluar dari agensi YG. Ini yang membuat simpang siur bagaimana nasib BP kedepannya. Ini adalah pengalaman pertama saya nonton konser K-POP yang benar-benar murni konser, bukan karena sebagai bintang tamu acara.

Fuji Kaze, karena saya sudah bertekad sejak tahun 2022 kalau ada konser Fuji di Indonesia maka saya akan nonton. Awalnya karena lagu sejuta umatnya Fuji Kaze yang Shinunoga E-Wa, tapi setelah saya ikuti lebih dalam, lagu-lagu Fuji banyak yang asyik dan bagus.

Kalau Radwimps jangan tanya lagi lah ya. Sebagai penggemar berat karya Makoto Shinkai yang kerap memakai karya Radwimps sebagai lagu-lagu utamanya, ditambah memang lagu-lagu Radwimps itu unik dan memang syahdu.

Best Moment : Pulang kampung 2 kali dalam setahun: waktu wisuda adik bungsu dan sebelum Natal.

Best Place : Still home. Puji Tuhan!

Bersyukur bisa pulang 2 kali di 2023 dalam momen yang benar-benar pas.

Best Gadget : Apple watch. Tapi sampai tahun 2024 belum saya pakai, ya ampun. Maafkan saya Tuhan.

Tetap Puji Tuhan! Semoga di 2024 makin murah rejeki
dan bisa beli gadget baru buat produktivitas lagi, Amin

Best Trip : Bromo. Setelah 4 tahun, akhirnya bisa melihat keindahan Bromo lagi. Semua serba hijau asri.

Banyak sekali momen dan pengalaman berharga, baik suka maupun duka di tahun 2023. Mendadak jadi Pelakhar Manager yang menyebabkan saya harus double job selama 4 bulan. Stres yang lumayan tinggi karena double job ditambah kondisi tim yang penuh dengan dinamikanya. Namun, semua itu saya syukuri karena justru memberikan saya banyak pelajaran.

Tahun 2023 juga menjadi stage baru dalam hidup saya. Saya dipromosikan di posisi dan tempat yang baru. Saya harus cepat beradaptasi lagi, belajar lagi, dan tinggal di lingkungan baru lagi. Namun, semua itu adalah perjalanan. Dan sisi baiknya, saya akan belajar banyak dan bertemu banyak orang baru lagi.

Saya sangat berharap tahun 2024 ini bisa jadi “tahunnya saya” lagi. Tahun dimana saya bisa menjadi the best version of myself.

Ketidakpastian selalu ada karena hanya Tuhan yang tahu akan hari esok. Satu yang saya pegang teguh, Tuhan pasti akan mampukan, menopang dan selalu menuntun. Amiiiiin!!!

Let’s fight and be happier di 2024!!!

Amin

Published by Feni Saragih

Everywhere is my study field, everywhere is worth to walk.

Leave a comment